Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus menggenjot pelaksanaan program Optimasi Lahan (OPLAH) untuk mendukung ketahanan pangan di Kaltara. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kaltara, Ir. Heri Rudiono, M.Si, bersama jajaran Kodim melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik pelaksanaan OPLAH di Kabupaten Nunukan, termasuk wilayah Sebatik dan Simanggaris.
“Kunjungan ini untuk memastikan pekerjaan OPLAH berjalan sesuai rencana. Kemarin kita rapat di Nunukan di hadiri Dandim dan jajarannya, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan inspeksi ke Sebatik, juga ke wilayah Simanggaris secara maraton,” ujar Heri, Senin (16/6/2025).
Heri juga menjelaskan bahwa untuk tahap pertama pelaksanaan OPLAH, Pemprov Kaltara baru mencairkan uang muka. Pembayaran tahap selanjutnya akan dilakukan setelah kondisi lapangan diverifikasi dan luasan lahan yang digarap sesuai dengan target. “Tahap pertama, kita baru bayar uang muka. Setelah kunjungan, kami memastikan pekerjaan itu selesai maka akan dibayarkan sisanya, dengan kondisi lapangan sesuai luasan yang dicapai.
Sementara itu, tahap kedua OPLAH tengah disiapkan dengan fokus pada pelaksanaan Survey Investigasi Desain (SID). Heri menyebutkan, pembayaran uang muka untuk tahap ini akan disesuaikan dengan luasan lahan, berkisar antara 30 hingga 50 persen. “Harapan kami, seluruh kegiatan OPLAH di Kaltara bisa selesai sesuai target. Sebagian besar lahan dikerjakan menggunakan alat berat, jadi kami optimistis akhir Juli pekerjaan bisa rampung,” ujarnya optimis.
Meski begitu, ia mengakui ada tantangan tersendiri di lapangan, terutama terkait banjir dan kondisi daerah pasang surut yang belum memiliki tanggul pembatas sungai. Namun, menurutnya, situasi tersebut masih bisa ditoleransi. “Kendala utama hanya di daerah yang belum ada tanggul. Saat banjir, pekerjaan harus jeda menunggu air surut. Tapi secara umum, tidak ada hambatan berarti,” ungkap Heri.
DPKP juga bekerjasama lintas instansi untuk menyukseskan program ini. Dalam rapat dengan jajaran Kodim, turut dihadirkan perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) guna berbagi peran. Adapun satu-satunya pekerjaan rumah besar yang masih harus dituntaskan ada di wilayah Krayan, dengan target optimalisasi lahan seluas 2.400 hektare.
“Kami belum sempat kunjungan ke Krayan karena keterbatasan akses pesawat. Tapi rencana besok kami akan berangkat bersama bu Kapus, tenaga ahli dari kementerian, dan kadis Nunukan, mudah-mudahan bisa juga didampingi Dandim,” pungkas Heri. Ia juga menambahkan, semangat para petani yang tinggi menjadi modal utama keberhasilan program ini. “Kalau petaninya semangat, pasti kita olah semua lahannya,” tandasnya.(*)