Presentasi Industri Minyak Goreng, DPKP Kaltara Siap Bawa Sawit Kaltara Naik Kelas

By Admin
4 Min Read

BULUNGAN,– Upaya mewujudkan kemandirian ekonomi daerah melalui hilirisasi produk perkebunan terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, bersama Dinas Pertanian  dan Ketahanan Pangan (DPKP). Salah satunya melalui rencana pembangunan industri minyak goreng kelapa sawit yang dipresentasikan pada Selasa, (24/6/2025), bertempat di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara.

Pabrik ini direncanakan akan menjadi industri pengolahan minyak goreng sawit pertama di Kalimantan Utara, berlokasi di Kabupaten Bulungan. Letaknya strategis, berdekatan dengan sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) aktif, guna mempermudah rantai pasok bahan baku.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Ir. Heri Rudiyono, M.Si., dalam wawancaranya menyebutkan bahwa proyek ini akan dirancang sebagai proyek strategis daerah yang tak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga membawa dampak sosial luas. “Kita akan seminarkan proyek ini di Jakarta supaya para investor tertarik. Ini bukan hanya proyek ekonomi, tapi proyek strategis daerah,” jelas Heri kepada Tim Liputan.

Menurut Heri, nilai investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp40 miliar, dengan rincian Rp38 miliar untuk pembangunan pabrik dan sisanya untuk fasilitas pengemasan. Produksi awal ditargetkan 50 ton per hari, dengan potensi pengembangan hingga 100 ton per hari. Selain minyak goreng, industri ini juga dirancang untuk menghasilkan produk turunan seperti mentega, sabun, dan lainnya. Label produk lokal juga telah disiapkan dengan nama dagang “Minyakku”, yang menjadi identitas minyak goreng asli Kalimantan Utara.

Heri menambahkan, skema kepemilikan dan pengelolaan perusahaan akan dibentuk dengan pendekatan yang melibatkan swasta dan masyarakat secara proporsional, tanpa membebani anggaran pemerintah daerah. Konsep ini ditujukan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.

Beberapa point strategis yang menjadi perhatian dalam presentasi kali ini, diantaranya: industri ini dapat menjadi kontributor utama bagi perekonomian nasional dan daerah, serta mampu menciptakan lapangan kerja baru dan penyumbang devisa. Dengan permintaan minyak goreng yang terus meningkat di dalam negeri dan pasar ekspor, menjadikan industri ini berpotensi besar bagi Kaltara.

Didukung oleh 18 PKS aktif dan lahan perkebunan luas yang mendukung kontinuitas bahan baku. Dengan hilirisasi sawit ini, diharapkan mampu meningkatkan nilai komoditas dan memperkuat industri lokal. Penerapan standar ISPO, serta tata kelola sosial dan lingkungan, juga menjadi prinsip utama dalam pembangunan industri ini.

Tantangan seperti fluktuasi harga CPO, akan dihadapi melalui diversifikasi produk dan efisiensi operasional. Penggunaan dan pemanfaatan teknologi modern juga menjadi salah satu point strategis yang dibahas, guna meningkatkan kualitas, efisiensi, dan daya saing global. Proyek ini ditargetkan dapat memperkuat posisi Kaltara dan Indonesia sebagai pemain utama industri minyak goreng dunia.

DPKP Kaltara juga berharap langkah ini bukan hanya sebatas pembangunan sebuah fasilitas industri, melainkan bagian dari peta jalan kemandirian ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, investor, dan pelaku usaha, diharapkan mampu mempercepat terwujudnya industri hilir kelapa sawit yang berkelanjutan di Kalimantan Utara.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap tahapan dalam rantai produksi memberi manfaat ekonomi yang nyata, sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan daya saing daerah,” tutup Heri optimis (RT).

Share This Article
Tidak ada komentar