PERTEMUAN KETERSEDIAAN PANGAN NBM DAN PPH TAHUN 2017

17 Januari 2018| Super Administrator| Tags:

Penyampaian Materi oleh Edy, STP Kepala Sub Bidang Analisis Ketersediaan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI

Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang
tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah, mutu, keamanan dan merata
serta terjangkau. Dari sisi konsumsi adanya kemampuan setiap rumah tangga mengakses
pangan yang cukup bagi masing-masing anggotanya untuk tumbuh sehat produktif dari
waktu ke waktu, maka diperlukan sistem distribusi yang efisien dan efektif yang dapat
menjangkau ke seluruh wilayah dan ke seluruh golongan masyarakat. Ketahanan pangan
suatu wilayah tercermin dari ketersediaan pangan secara nyata, yang dapat dimanfaatkan
oleh masyarakat.

Ketersediaan pangan perlu terus dikembangkan dari waktu ke waktu untuk memenuhi
kebutuhan konsumsi pangan rumah tangga yang terus berkembang. Penyediaan pangan
diutamakan berasal dari produksi pangan dalam negeri, cadangan pangan dan pemasukan
pangan. Pemasukan pangan hanya dilakukan apabila produksi pangan dalam negeri dan
cadangan pangan tidak mencukupi kebutuhan konsumsi penduduk dalam negeri.

Perumusan kebijakan ketersediaan pangan yang tepat harus didasari oleh data dan
informasi yang berkualitas yaitu yang relevan, tepat waktu dan akurat. Informasi mengenai
situasi penyediaan pangan secara menyeluruh di suatu negara atau wilayah digambarkan
melalui Neraca Bahan Makanan (NBM). Penyusunan NBM dilakukan dalam periode tahunan
untuk menyajikan informasi ketersediaan bahan makanan secara nasional. Dengan
mencermati NBM dari tahun ke tahun dapat diketahui adanya perubahan jenis dan
ketersediaan serta tingkat kecukupan menurut kebutuhan gizi bahan makanan yang harus
tersedia untuk konsumsi penduduk secara keseluruhan. NBM juga berguna untuk
menganalisis situasi pangan suatu Negara/wilayah. Metode penghitungan NBM mengacu
pada metode dari Food and Agriculture Organization (FAO). Data dan informasi yang
digunakan bersumber dari data resmi yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.

Untuk itu diperlukan adanya pertemuan untuk menyamakan persepsi dalam menganalisis cadangan pangan yag difasilitasi melalui kegiatan Pertemuan Ketersediaan Pangan (NBM dan PPH) di Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat dan staf yang menangani ketersediaan pangan di wilayah kerja Provinsi Kalimantan Utara dan dilaksanakan di Hotel Monaco Kota Tarakan pada tanggal 29 -30 Maret 2017. 

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah (1) meningkatkan kemampuan dan kinerja aparat dalam mengolah data produksi pangan dalam rangka menganalisis ketersediaan pangan berupa Neraca Bahan Makanan (NBM), Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan Pola Pangan Harapan dan (2) menyamakan persepsi dan sinergi dalam analisis Ketersediaan Pangan tingkat kabupaten/kota sebagai bahan penyusunan analisis ketersediaan Provinsi.

 

Tinggalkan Komentar